Gowes Penuh Makna: 150 Pesepeda Taklukkan Candi Sewu dan Hati Banyak Orang
Gowes Penuh Makna: 150 Pesepeda Taklukkan Candi Sewu dan Hati Banyak OrangRecap Event · 12 Jun 2026 · 3 min baca

Gowes Penuh Makna: 150 Pesepeda Taklukkan Candi Sewu dan Hati Banyak Orang

Oktaviani SatyaningtyasOktaviani Satyaningtyas

Bayangin ini: matahari Klaten lagi garang-garangnya, aspal panas, angin hampir gak bertiup tapi 150 pesepeda tetap tancap gas dengan senyum yang gak luntur. Itulah suasana yang terasa di Urban Temple, sebuah event sepeda yang bukan cuma soal siapa yang paling cepat, tapi soal seberapa besar hati yang dibawa di setiap kayuhan.

Candi Sewu Jadi Saksi

Dipilihnya Candi Sewu di Klaten sebagai lokasi bukan tanpa alasan. Situs bersejarah berusia ratusan tahun itu jadi latar belakang yang epik. Kontras antara warisan budaya yang agung dengan semangat urban cycling yang modern dan dinamis. Dan jujur, vibes-nya beda banget. Nggak banyak event sepeda yang bisa bilang mereka balapan di tengah-tengah peninggalan abad ke-9.

Tiga Kategori, Satu Semangat

Urban Temple menghadirkan tiga kategori lomba yang masing-masing punya karakter sendiri:

  • Criterium Race: Format klasik balapan sirkuit di sekitar kawasan candi. Seru, intens, dan penuh taktik. Para pembalap saling sikut posisi di tiap tikungan, debu beterbangan, dan penonton di pinggir trek ikut berteriak histeris.
  • Alleycat Race: Ini favorit para urban cyclist sejati. Formatnya lebih bebas, lebih liar, dan butuh navigasi cerdas di sekitar area candi. Bukan sekadar cepat, tapi juga harus pinter baca situasi.
  • Ultra Cycling: Nah, yang satu ini level-nya beda. Jarak 500 km dan ini yang bikin unik: peserta bebas menentukan rutenya sendiri. Gak ada patokan jalan, nggak ada penunjuk arah wajib. Murni mengandalkan insting, fisik, dan mental baja. Di bawah terik yang sama, mereka mengayuh ratusan kilometer dengan satu tekad: finish.

Kebayang gak gimana rasanya ngayuh 500 km, mungkin lewat tanjakan gelap tengah malam, sendirian, dengan hanya lampu sepeda dan keyakinan sebagai teman? Itu bukan sekadar olahraga. Itu meditasi bergerak.

Peserta The Urban Temple kategori Criterium Race

Ada Kebaikan dan Perlindungan di Setiap Kayuhan

Yang bikin The Urban Temple benar-benar istimewa bukan cuma soal kompetisinya. Di balik semua tetes keringat itu, ada aksi sosial yang jalan bersamaan. Para peserta turut menggalang dana dan donasi untuk berbagai program sosial di wilayah DI Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Jadi setiap putaran roda, setiap kilometer yang ditempuh, setiap napas berat yang diembuskan di tengah panas, semua itu punya dampak nyata bagi orang lain. Komunitas yang terbantu bukan cuma menyaksikan lomba, tapi ikut merasakan manfaatnya langsung.

Gak cuma itu, para peserta The Urban Temple pun turut mendapatkan perlindungan kecelakaan dari Asuransi SalingJaga Perlindungan Diri, jadi bikin tenang pas lagi race. 

The Urban Temple buktikan dunia sepeda Indonesia terus berkembang, gak cuma dalam hal performa dan gear, tapi dalam hal kesadaran sosial dan rasa kebersamaan. Event ini bukan cuma buat yang punya kaki kuat dan paru-paru besar. Ini buat siapa saja yang percaya bahwa olahraga bisa jadi jembatan untuk hal-hal yang lebih besar.

Kamu juga bisa gowes sambil berbagi bareng Beyond The Bike!

Cari tahu event sepeda lainnya di beyondthegame.id🚴

Bagikan

Tag

#Beyond the Game#Asuransi SalingJaga#Asuransi#Asuransi SalingJaga Perlindungan Diri#Insurance#olahraga#sports#Beyond the Bike#sepeda

Tentang Penulis

Oktaviani Satyaningtyas
Oktaviani Satyaningtyas